Sinopsis Firasat ANTV Episode 2 Tayang 8 Januari 2019

Kumpulan dan Simpanan Sinopsis Drama Korea, Drama Jepang, Drama Asia, Drama India terbaru hari ini

Selasa, 08 Januari 2019

Sinopsis Firasat ANTV Episode 2 Tayang 8 Januari 2019

Episode Sebelumnya : Sinopsis Firasat ANTV Episode 1
Episode Selanjutnya : Sinopsis Firasat ANTV Episode 3

Sinopsis Firasat ANTV Episode 2 Tayang 8 Januari 2019

Sinopsis FIRASAT Episode 02 | Selasa 08 Januari 2019 Pkl. 10.30 WIB

KEJAHATAN BAPAK TIRI DAN ISTRI KEDUAKU TERUNGKAP OLEH MAUT DI TOL CIPULARANG

Hendra (30th) yang ingin mengantarkan Arya, anaknya pertandingan futsal, tiba-tiba terkejut saat melihat dirinya sedang sholat. Hendra heran dan penasaran, lalu mendekati dirinya yang sedang sholat. Ketika sudah mendekat, Hendra tidak melihat lagi dirinya yang sedang sholat. Hendra tampak pucat dan gemetar, langsung teringat akan dosa-dosanya. Hendrapun menangis. Nadya datang. Hendra langsung meminta maaf pada Nadya.

Nadya (Istri Hendra) heran akan sikap Hendra yang tiba-tiba saja meminta maaf. Hendra akan berterus-terang pada Nadya, tentang rahasia yang selama ini disembunyikannya. Namun belum sempat Hendra bicara, Arya datang menyuruh Hendra untuk segera mengantarkannya. Hendra, Arya dan Nadya bersiap berangkat. Saat menuju luar rumah, Hendra mendapatkan telepon dari Mira (28thn) istri keduanya yang juga sahabatnya Nadya.

Hendra beranjak ke arah lain untuk menerima telpon dari Mira, dengan wajah yang gugup. Mira memaksa Hendra untuk mengantarkannya melahirkan di Bandung, karena Mira sudah ingin melahirkan. Hendra panik dan bingung, lalu berbohong bicara ke Nadya dan Arya, jika dirinya ada meeting mendadak. Arya menangis kecewa karena Hendra tidak bisa mengatarkannya bertanding futsal. Hendra merasa sangat bersalah melihat Arya menangis kecewa. Hendrapun pergi mengendarai mobil.

Hendra dan Mira sudah berada di mobil, perjalanan menuju Bandung. Disepanjang perjalanan, Mira dan Hendra terlibat pertengkaran. Mira memaksa Hendra, saat ini juga untuk menelpon Nadya, untuk mengatakan bahwa mereka sudah menjadi suami istri. Namun Hendra menolak, dengan alasan tunggu moment yang pas. Tapi Mira terus memakasa, bahkan Mira sendiri yang mau menelpon Nadya. Hendra kesal, melarang Mira menelpon Nadya.

Mira tetap ingin menelpon Nadya. Terjadi rebutan HandPhone. Hal itu membuat Hendra tak fokus menyetir mobil. Hendra dan Mira terkejut saat mobil ingin menabrak mobil yang berada di depannya. Hendra berusaha menghindari tabrakan. Hendrapun reflek membelokan stri ke kiri, hingga mobil keluar jalur, merangsek menebas pepohonan. Hendra dan Mira histeris saat laju mobil tak terkendali. Hingga akhirnya mobil berhenti dibibir jurang, dan bagian depan mobil telah menukik kearah jurang. Hendra panik, menyuruh Mira segera keluar dari mobil.

Mira berusaha keluar dari mobil. Saat Mira berhasil keluar, mobil menggelincir ke dalam jurang. Mira histeris melihat mobil jatuh ke jurang dan meledak. Disaat yang bersamaan, Arya yang sedag bermain futsal, terkena hempasan bola, hingga membuat Arya terjatuh pingsan. Nadya panik dan cemas, lalu membawa Arya ke rumah sakit.

Mira terbaring diatas brangkar, dibawa oleh petugas rumah sakit. Hendra turut mengantarkan Mira. Di rumah sakit, Hendra melihat Arya yang juga berada diatas brangkar, sedang di dorong oleh petugas rumah sakit. Nadya mengiringi Arya.

Hendra bergegas menghampiri Nadya dan bertanya ada apa dengan Arya. Namun Nadya tidak bisa mendengar dan melihatnya. Hendra heran kenapa Nadya tidak bisa melihat dan mendengar dirinya. Hendra shock saat melihat dirinya berada dibrangkar dalam keadaan telah meninggal. Hendra menangis seakan tak percaya kalau dirinya telah meninggal.

Di ruang IGD, Nadya melihat Mira tengah berbaring lemah. Nadya menghampiri Mira. Mira gugup melihat Nadya. Hendra yang telah menjadi arwah, menghampiri Nadya dan Mira. Hendra hanya  menangis. Suster datang memberitahukan pada Mira kalau suaminya telah meninggal.

Mira menangis histeris, memanggil nama Hendra. Nadya heran karena Mira menyebut nama suaminya. Nadya shock saat melihat barang milik Hendra. Hendra yang berada disitu, hanya bisa menangis melihat kekecewaan Nadya. Nadya bergegas pergi.

Hendra mengikutinya. Nadya depresi, ingin bunuh diri. Hendra panik, berusaha mencegahnya, namun dirinya tak bisa memegang tubuh Nadya. Hendra teriak minta tolong, namun suaranya tak bisa didengar orang-orang. Hendra semakin panik saat Nadya nekad mau bunuh diri. Hendra reflek menyentuh benda yang ada disitu, hingga benda itu terlempar, membuat perhatian orang-orang tertuju pada Nadya yang mau bunuh diri. Akhirnya Nadya dapat dicegah oleh orang-orang.

Hendra semakin sedih, saat melihat Tuti datang ke rumah sakit Bersama Jarwo. Tuti menanyakan kondisi Arya pada Nadya. Nadya bilang kalau Arya sudah mendingan. Nadya kasih tahu Tuti kalau Hendra telah meninggal. Tuti shock, menangis histeris.

Tuti tanya ke Nadya kenapa Hendra meninggal. Nadya kasih tahu ke Tuti kalau Hendra meninggal dalam kecelakaan di tol cipularang, karena mengatarkan Mira melahirkan. Tuti geram, lalu mencari keberadaan Mira. Setibanya di ruang pasien, Tuti melabrak Mira, dan mengatakan bahwa Tuti tidak akan pernah mau mengakui Mira sebagai menantunya. Hendra yang ada disitu, hanya bisa menangis melihat situasi yang terjadi.

Saat pemakaman Hendra, Tuti menangis histeris, seakan ia tak menerima takdir bahwa anak satu-satunya telah meninggal. Nadya yang hadir disana, terlihat sedih bercampur kecewa. Pada malam hari, Nadya dan Tuti merasakan kesedihan setelah kematian Hendra. Sesaat kemudian Mira datang sambil membawa bayinya. Tuti mengusir Mira.

Mira kesal lalu mengancam akan membunuh bayi ini jika tidak dianggap menantu dan tidak diperkenankan tinggal di rumah Tuti. Tuti tidak peduli dengan ancaman Mira. Namun Nadya merasa iba, lalu memohon pada Tuti untuk menerima Mira sebagai keluarganya.

Tuti sebenarnya masih benci pada Mira, namun karena permohonan Nadya, akhirnya Tuti mengizinkan Mira dan Bayinya tinggal bersamanya. Sementara Arya tengah berada di teras dengan wajah yang sedih. Nadya datang mengajak Arya untuk masuk. Arya gak mau masuk, karena ia ingin menunggu kedatangan Hendra. Nadya menangis.

Hendrapun yang berada disitu, turut menangis. Lalu Nadya membujuk Arya untuk masuk ke rumah. Hendra teramat sedih melihat anak dan istrinya sedih. Tiba-tiba Hendra mendengar suara Mira dan Jarwo dari dalam sebuah kamar. Hendra menghampirinya.

Setibanya di kamar, Hendra shock saat mengetahui ternyata bayi yang dilahirkan Mira adalah anak Jarwo. Hendra kesal karena dirinya telah dijebak oleh Mira dan Jarwo. Hendra juga geram saat mengetahui motif kejahatan Jarwo dan Mira yang ingin mengamil harta kekayaan Tuti. Hendra kasih tahu Nadya dan Tuti, namun dirinya tak dapat dilihat dan didengar.

Selama berada dirumah Tuti, Mira melancarkan fitnah ke Nadya, dan melakukan intrik agar Tuti membenci Nadya. Upaya Mira ternyata ampuh, dengan berpura-pura menjadi korban atas kejahatan Nadya, membuat Tuti kecewa pada Nadya. Lama kelamaan Tuti jadi perhatian pada Mira dan bayinya. Bahkan Tuti pilih kasih.

Tuti menyuruh Nadya bertukar kamar dengan Mira. Nadya sedih, sedangkan Mira tersenyum senang. Melihat kelakuan jahat Mira, membuat Hendra jadi kesal, namun tak bisa berbuat apa-apa, karena keterbatasan dirinya telah menjadi arwah. Hendra hanya menangis meratapi nasib Nadya dan Arya. Suatu malam, Nadya memergoki Mira dan Jarwo mengambil perhiasan dan surat berharga milik Tuti. Saat itu Nadya tahu kalau Mira dan Jarwo ada hubungan.

 Jarwo dan Mira takut Nadya buka mulut, lalu mereka ingin melenyapkan Nadya. Hendra panik melihat Nadya dibawa pergi Jarwo dan Mira, untuk dibunuh. Hendra berusaha mencegahnya, namun sulit. Saat Nadya akan dibunuh, Hendra teriak marah, reflek menendang barang yang ada disitu hingga barang itu terlempar, membuat warga yang sedang meronda, perhatiannya tertuju pada Nadya yang akan dibunuh. Warga menolong Nadya dan mengejar Jarwo dan Mira yang berhasil kabur.

Setibanya di rumah, Nadya dicurigai oleh Tuti, habis kelayapan malam-malam. Nadya berterus terang kalau dirinya ingin dibunuh oleh Jarwo dan Mira. Namun Tuti tak percaya, ditambah Jarwo yang pura-pura baru bangun tidur. Jarwo menghasut Tuti, mengatakan kalau Nadya frustasi setelah kematian Hendra dan menjadi wanita malam.

Nadya marah pada jarwo, namun dibentak oleh Tuti. Hendra yang berada disitu tampak emosi, mau mukul Jarwo tapi pukulannya menembus tubuh Jarwo. Mira datang sambil membawa perhiasan milik Tuti yang berada didalam tasnya Nadya. Tuti kesal karena mengira Nadya telah mencuri perhiasannya. Nadya diusir oleh Tuti. Nadya dan Arya pergi dari rumah Tuti.

Hendra menangis sedih melihat penderitaan Nadya dan Arya. Hendra yang masih berada di rumah Tuti, mengetahui rencana Jarwo dan Mira yang akan membunuh Tuti, agar mendapatkan harta kekayaan Tuti. Hendra menemui Nadya dan Arya, memberutahu Tuti dalam bahaya. Arya dapat mendengar suara Hendra, walaupun tidak dapat melihatnya. Hendra senang karena Arya dapat mendengarnya.

Lalu Hendra suruh Arya kasih tahu Nadya kalau Tuti dalam bahaya, dan menyuruh menelpon polisi. Arya kasih tahu Nadya, tentang apa yang dibicarakan Hendra. Awalnya Nadya gak percaya bahwa Arya dapat berkomunikasi dengan Hendra. Namun Arya terus membujuk Nadya untuk segera menolong Tuti. Nadya dan Arya kembali kerumah Tuti. 

Sementara itu Tuti dalam ancaman pembunuhan yang dilakukan oleh Jarwo dan Mira. Tuti marah dan kecewa pada Jarwo dan Mira. Saat Tuti ingin dibunuh, Nadya datang mau menolong Tuti. Namun Nadya berhasil dilumpuhkan oleh Mira, membuat Mira jadi target pembunuhan juga.

Hendra yang ada disitu, marah besar, karena tak ingin Nadya dan Tuti terbunuh. Hendra berupaya mencegahnya, sehingga berhasil membuat barang-barang yang ada disitu terlempar kearah Jarwo dan Mira. Mira dan Jarwo ketakutan, lalu mereka kabur. Polisi datang menangkap Jarwo dan Mira. Sementara itu Tuti, Nadya dan Arya saling menangis  berpelukan.

Tuti minta maaf pada Nadya dan Arya karen atelah terhasut Mira dan Jarwo. Nadya memaafkannya. Hendra yang berada disitu, tersenyum haru. Tiba-tiba Nadya, Tuti dan Arya dapat melihat Hendra. Mereka menangis sedih, melihat Hendra mau pamit pulang kealamnya. Hendra minta maaf pada Tuti, Nadya dan Arya. Lalu Hendra beranjak menuju sebuah cahaya pekat. Nadya, Tuti dan Arya menangis sedih melepas kepergian Hendra.

Sumber : https://plus.google.com/+ANTVWowKeren
Ditulis ulang di http://www.simpansinopsis.com/2019/01/sinopsis-firasat-antv-episode-2.html

Related : Sinopsis Firasat ANTV Episode 2 Tayang 8 Januari 2019

 
Back To Top