Sinopsis Firasat ANTV Episode 1 Tayang 7 Januari 2019

Kumpulan dan Simpanan Sinopsis Drama Korea, Drama Jepang, Drama Asia, Drama India terbaru hari ini

Jumat, 04 Januari 2019

Sinopsis Firasat ANTV Episode 1 Tayang 7 Januari 2019

Episode Selanjutnya : Sinopsis Firasat ANTV Episode 2

Sinopsis Firasat ANTV Episode 1 Tayang 7 Januari 2019

Sinopsis FIRASAT Episode 01 | Senin 07 Januari 2019 Pkl. 10.30 WIB

TSUNAMI MENGHEMPAS PELUKAN YANG MASIH TAK TERLEPAS

Taufik dan Ratri disibukan dengan kesibukannya masing-masing. Taufik adalah seorang pekerja keras yang menjalankan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ekspedisi, namun perusahaan itu milik orang tua Ratri. Jadi Ratrilah yang berkuasa. Karena kesibukan, Taufik dan Ratri selalu mengandalkan tenaga Saidah yang merupakan ibunda Taufik, untuk mengurus rumah dan anak semata wayang mereka yang bernama Tiwi.

Suatu ketika, Tiwi yang ingin pentas tari disekolahnya, meminta Ratri untuk hadir. Namun Ratri gak bisa, karena lebih mementingkan kumpul bersama teman-teman sosialitanya. Ratri menyuruh Saidah yang mengantarkan Tiwi ke acara pentas tari.

Sementara itu Karina yang ingin kembali ke Jakarta, diantar pulang oleh temannya yang bernama Sasa. Saat hendak berkemas-kemas, Karina seperti merasakan ada gempa. Diperjelas dengan ia melihat benda disekitar rumah Sasa yang tampak bergerak-gerak. Karina kasih tahu Sasa soal adanya gempa yang ia rasakan. Namun Sasa tidak merasakan sama-sekali, dan mengira kalau Karina hanyalah mengalami pusing karena seharian jalan-jalan.

Acara arisan dirumah Ratri sudah mulai. Banyak teman-teman Ratri yang berpenampilan glamour. Ratri malu saat teman-temannya mengetahui kalau Saidah adalah menantunya Ratri, karena saat itu Saidah sibuk menyiapkan hidangan. Ratri menarik Saidah kebelakang dan memarahi Saidah yang menurut Ratri mencari perhatian agar diketahui statusnya oleh teman-teman Ratri. Ratripun menyuruh Saidah untuk segera mengantar Tiwi.

Ditengah jalan, mobil yang dikendarai Sasa hampir menabrak Saidah yang sedang menggandeng Tiwi menuju tempat pentas tari. Saat itulah Karina dan Saidah saling berpandang. Karina seperti ada firasat atau merasakan ada sesuatu pada diri Saidah, namun entah apa.

 Setiba di bandara, Karina dan Sasa dikejutkan oleh terjadinya gempa. Mereka dan orang-orang disekitar terlihat panik. Mereka semua pada menyelamatkan diri dari gempa. Suasana menjadi keos. Rumah-rumah hancur bahkan bangunan tinggi pun banyak yang roboh. Saidah dan Tiwi, serta orang-orang yang ada ditempat pentas, pada histeris ketika terjadi gempa.

Sementara Ratri yang berada dirumah sedang mengadakan arisan, menjerit ketakutan. Rumah Ratri hancur membuat Ratri mengalami luka pada kakinya karena terjepit reruntuhan puing. Taufik panik dan cemas saat melihat keadaan rumah hancur terkena gempa. Terlebih Taufik kehilangan kontak dengan Saidah dan Tiwi.

Dalam situasi seperti itu, Ratri masih saja menyalahkan Saidah atas kehilangan Tiwi. Ratri menganggap Saidah mempengaruhi Tiwi untuk tetap ikut pentas, padahal justru Ratri sendiri yang menyuruh Saidah mengantarkan Tiwi keacara pentas tari. Ratri menyuruh Taufik membawanya kerumah sakit, ketimbang mencari Saidah dan Tiwi. Namun Taufik tetap mencari Saidah dan Tiwi.

Saidah dengan penampilan yang lusuh meminta pertolongan pada orang-orang, untuk menolong Tiwi yang masih terjebak direruntuhan puing-puing. Namun tak ada satupun yang mau menolong Saidah. Saidah berfikir mungkin mereka sibuk membantu korban-korban yang lain. Saidah mencoba menolong Tiwi namun kewalahan mengangkat puing-puing disekitar situ.

Saidah sedih karena khawatir Tiwi akan meninggal. Saidahpun mencoba kembali meminta pertolongan pada orang-orang, kali ini Saidah merasakan kejanggalan pada dirinya. Dirinya ternyata tertembus orang-orang yang berseliweran. Saidah heran kenapa dirinya tidak dapat menyentuh dan tersentuh oleh orang-orang.

Rasa heran Saidah terjawab, ketika dirinya terkejut melihat runtuhan puing yang menghantam dirinya namun puing itu tidak mencelakakan Saidah, karena tertembus. Disitulah Saidah shock, ia menyadari bahwa dirinya telah meninggal dan telah menjadi arwah.

Saidah semakin mencemaskan keadaan Tiwi. Saidah berjuang untuk dapat membuat orang-orang dapat membantu Tiwi, namun perjuangan Saidah sia-sia, karena lagi-lagi tak ada orang yang dapat mendengar dan melihat dirinya.

Kesedihan Saidah semakin bertambah, ketika dirinya serasa akan dipanggil untuk kembali kealamnya. Saidah memohon pada Allah untuk diberi kesempatan agar dapat menyelamatkan Tiwi. Akhirnya Saidah dapat berinteraksi dengan Kirana yang menjadi sukarelawan.

Namun Karina tidak mengetahui bahwa Saidah sudah meninggal. Keadaan itu membuat Karina sempat merasakan kebingungan dan sedikit stres, karena dirinya sempat dianggap aneh oleh Sasa dan sukarelawan lainnya, karena Karina yang dapat berinteraksi dengan arwah Saidah.

Karina yang terus membantu Saidah untuk menyelamatkan Tiwi, tidak didukung oleh sukarelawan dan petugas yang lain, karena Karina dianggap hanya berhalusinasi. Karena semua petugas meyakini bahwa semua korban hidup maupun mati yang berada dilokasi tempat pentas tari,  sudah semuanya dievakuasi. Namun Karina tetap saja membantu Saidah menolong Tiwi.

Hingga akhirnya perjuangan Karina dan Saidah membuahkan hasil, Karina dapat membuktikan kepada petugas SAR, bahawa dilokasi tersebut masih terdapat korban yang masih hidup, yakni Tiwi. Tim SAR segera menolong Tiwi menyingkirkan puing-puing yang menutupi keberadaannya.

Hingga akhirnya ditemukanlah Tiwi dalam keadaan hidup dengan posisi terlindungi oleh pelukan Saidah yang telah meninggal. Disinilah Karina terkejut dan baru menyadari bahwa sesungguhnya sedari tadi dirinya telah berinteraksi dengan arwah Saidah. Ternyata arwah Saidah meminta bantunya untuk menyelamatkan nyawa Tiwi.

 Tim SAR segera mengangkat kedua korban, sementara Tiwi sedang menangis. Karina langsung memeluknya dan berusaha menenangkan Tiwi.

Di pengungsian, Ratri dipertemukan oleh Tiwi. Bukannya berterimakasih pada Saidah, Ratri malah mencak-mencak marahin Saidah yang dianggapnya mengajak Tiwi ke acara pentas tari. Melihat Ratri seperti itu, Karina emosi dan memarahi Ratri.

Karina kecewa pada Ratri yang tidak tahu berterimakasih pada Saidah yang telah mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan Tiwi. Ratri terkejut saat mengetahui Saidah telah meninggal demi menyelamatkan Tiwi. Ratri menyesali dan menyadari kesalahannya selama ini telah mendzolimi Saidah.

Ratri meminta maaf kepada Taufik dan berjanji akan berubah menjadi seorang ibu yang baik untuk Tiwi. Taufik pun menangis menyesali perbuatannya yang lebih mementingkan istri dibanding ibunya.

Sumber : https://plus.google.com/+ANTVWowKeren
Ditulis ulang di http://www.simpansinopsis.com/2019/01/sinopsis-firasat-antv-episode-1.html

Related : Sinopsis Firasat ANTV Episode 1 Tayang 7 Januari 2019

 
Back To Top