Sinopsis Empat Puluh Hari ANTV Episode 6 Tayang 12 Januari 2019

Kumpulan dan Simpanan Sinopsis Drama Korea, Drama Jepang, Drama Asia, Drama India terbaru hari ini

Sabtu, 12 Januari 2019

Sinopsis Empat Puluh Hari ANTV Episode 6 Tayang 12 Januari 2019

Advertisement
Loading...
Loading...
Episode Sebelumnya : Sinopsis Empat Puluh Hari ANTV Episode 5

Sinopsis Empat Puluh Hari ANTV Episode 6 Tayang 12 Januari 2019

Sinopsis EMPAT PULUH HARI Episode 06 | Sabtu 12 Januari 2019 Pkl. 18.30 WIB 

IBU YANG MENUKAR ANAKNYA SENDIRI

Ferdinan yang hampir tertusuk gunting, diselamatkan oleh Dilan yang masuk ke dalam kamar jenasah. Dilan pun membacakan doa sehingga Peter kabur dari sana.  Dilan lalu menanyakan Ferdinan, kenapa papanya ada di sini? Ferdinan bilang dia mau tahu pekerjaan Dilan seperti apa dan ternyata sangat berbahaya. Kamar jenasahnya saja ada hantu jahatnya. Namun Dilan tenangkan Ferdinan, Dilan pastikan dirinya akan baik-baik saja. Karena Dilan punya doa-doa yang dulu diajarkan oleh kakeknya. Semua setan pasti takut sama doa. Ferdinan minta Dilan kembali pertimbangkan sarannya jadi direktur. Ferdinan tunggu  kabar dari Dilan segera. Ferdinan pun pErika.

Sementara Peter akhirnya tahu kalau Dilan adalah keturunan dari  orang yang sudah membunuhnya. Pantas saja Dilan bisa mengalahkanku. Kalau cincin itu dia pakai, aku tidak akan pernah bisa mengalahkan dia lagi. Aku harus cegah cincin itu jatuh ke tangan Dilan, dengan cara membunuh ayahnya lalu menghancurkan cincin itu selama-lamanya. Mata Peter berkilat penuh dendam.

Naya kembali bertemu dengan Roy. Roy berikan sebuah bingkisan dibungkus kado pada Naya. Naya mau menolak, tapi Roy memaksa dan segera pErika. Wajah Naya tampak bingung dan bertanya-tanya apa isi bingkisan yang diberikan oleh Roy.

Naya, Dilan, Jaenur, Rara, Ismi, Nani dan juga Pak Kata mengunjungi direktur rumah sakit Asih Utama, Pak Wildan, di rumahnya. Di rumah Pak Wildan, mereka menyaksikan anak pak Wildan yang bernama Erika sedang membentak-bentak pembantu di rumah mereka, Bu Lilis. Sementara anak bu Lilis, yang bernama Arin melindungi ibunya. Erika marah karena Lilis tidak rapi menyetrika bajunya.

Saat makan malam, Erika kembali membentak Bu Lilis karena tidak sengaja menumpahkan air ke celana Erika. Naya dkk kesal melihat sikap Erika yang sangat kasar.

Saat Erika sedang di kamar mandi, Bu Lilis masuk ke kamar Erika, mengantarkan baju Erika yang sudah disetrika ulang. Bu Lilis menemukan perhiasan milik Andara di bawah bantal Erika. Saat itu Erika keluar dari kamar mandi. Bu Lilis tanya kenapa perhiasan Andara yang hilang minggu lalu? kok ada  di sini? Erika malah meradang dan suruh Lilis jangan coba-coba bilang ke mamanya. Lalu ia dorong Lilis keluar dari kamarnya. Erika pun jadi ketakutan, karena kalau Lilis lapor ke Andara, Andara pasti marah besar.

Sementara itu, Naya dkk tidak dapat pulang karena hujan badai sehingga banyak pohon tumbang, mobil dan motor tidak bisa lewat. Mereka semua terpaksa menginap di rumah Pak Wildan.

Malam hari, Bu Lilis mengendap menemui Erika yang memanggilnya ke sebuah kebun. Di sana Erika sudah menunggu. Erika minta Lilis jangan bilang ke Andara kalau dia mencuri perhiasan Andara. Bu Lilis coba nasehatin Erfika tapi Erika malah mau membunuh bu Lilis.

Sementara itu, istri Roy, Lidya, mendapati sebuah bon pembelian perhiasan jatuh dari kantong celana Roy yang mau dicuci. Istri Roy tampak bertanya-tanya, perhiasan apa yang Roy beli, karena Lidya tidak mendapatkan apa-apa. Kitty yakin pasti untuk perempuan pegawai rumah sakit itu, dia pelakor, Ma. Lidya pun jadi geram.

Keesokan harinya, Naya teringat bingkisan dari Roy yang belum dia buka. Alangkah kagetnya Naya karena isinya sebuah perhiasan yang mahal. Naya memutuskan untuk mengembalikannya nanti pada Roy. Tiba-tiba terdengar jeritan histeris Rara. Semuanya terkejut.

Rara menemukan mayat. Dan alangkah kagetnya semua yang ada, karena mayat itu adalah mayat Erika.

Hantu Erika menemui Naya dan sangat yakin kalau pelakunya adalah bu Lilis. Kamar Bu Lilis digeledah dan memang ditemukan sebuah pisau di sana. Bu Lilis pun mengaku kalau dia pelakunya.

Namun walau Bu Lilis sudah mengaku, arwah Erika tetap tidak bisa pergi dari dunia. Naya punya firasat, sepertinya pelakunya bukan bu Lilis. Naya dan Dilan coba menyelidiki, dan terungkaplah kenyataan kalau Bu Lilis sebenarnya ibu kandung dari Erika. 20 tahun yang lalu, Lilis dan Andara melahirkan di rumah sakit yang sama. Lilis yang miskin mengharapkan masa depan yang lebih baik, sehingga ia menukar anaknya dengan anak Andara.

Dan ternyata, pembunuh Erika yang sebenarnya adalah Andara. Beberapa hari sebelumnya, Andara mengetahui kenyataan kalau Erika adalah anaknya Lilis. Karena itu Erika marah sekali. Ia membunuh Erika dan membuat Lilis sebagai tertuduh karena Andara menyangka keduanya bersekongkol.

Arwah Erika sangat sedih. Tidak menyangka kalau Bu Lilis yang selama ini dia bentak-bentak ternyata ibu kandungnya. Arwah Erika gunakan tubuh Naya agar dia bisa minta maaf pada Lilis dan memeluk ibu kandungnya.

Sementara itu, Lidia dan Kitty datang ke rumah sakit. Mereka mendapati Naya sedang bekerja. Mereka pun langsung melabrak Naya dan menuduhnya pelakor. Nani yang ada di dekat tempat itu tampak shock.

Sumber : https://plus.google.com/+ANTVWowKeren
Ditulis ulang di http://www.simpansinopsis.com/2019/01/sinopsis-empat-puluh-hari-antv-episode-6.html
Advertisement
Loading...

Related : Sinopsis Empat Puluh Hari ANTV Episode 6 Tayang 12 Januari 2019

 
Back To Top